Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam-macam saham di bursa efek Indonesia

Macam-macam saham di bursa efek Indonesia

Macam-macam saham di bursa efek Indonesia

Tertarik untuk bermain investasi saham? Pilihan mengembangkan dana melalui investasi saham bisa terbilang sebagai alternatif yang menjanjikan sekaligus beresiko. Untuk itu perlu mengetahui macam-macam saham di Bursa Efek Indonesia agar Anda bisa mendapat bekal pengetahuan terlebih dahulu.

Mungkin Anda sering melihat daftar saham yang tercatat di papan utama bursa eafek, itu berarti saham perusahaan yang beroperasi minimal selama 3 tahun. Kemudian sudah mencetak keuntungan dengan aktiva bersih minimal Rp. 100miliar. 

Sedangkan jika berada di papan pengembangan baru, itu artinya aktiva bersih sekurang-kurangnya Rp. 5 miliar. Untuk lama operasinya minimal 12 bulan, ditambah lagi tahun kedua setelah go-public sudah bisa mencetak laba. 

Masih bingung? Baiklah di bawah ini ada macam-macam saham di Bursa Efek Indonesia yang dikelompokkan sesuai jenisnya. 

Macam-macam Saham Berdasarkan Sektor Usaha

Untuk saham yang berdasarkan sektor usaha maka dibagi menjadi 9 sektor yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. 

Sektor Pertanian.

Sektor Pertambangan dan Migas.

Sektor Industri Dasar (Semen, Logam, Kimia).

Sektor Properti.

Sektor Barang Konsumsi.

Sektor Keuangan Perbankan.

Sektor Perdagangan.

Sektor Aneka Industri.

Sektor Infrastruktur

Investor pemula harus mengetahuinya dengan jelas agar strategi investasi bisa lebih baik, termasuk resikonya. 

Macam-macam Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi Pasar berarti nilai saham sebuah perusahaan yang beredar di Pasar namun tidak bisa disamakan dengan nilai aset Perusahaan. Kapitalisasi Pasar tidak bisa menjadi gambaran dari nilai aset perusahaan. 

Saham Kapitalisasi Besar (Big Caps)

Disebut juga dengan saham lapis satu atau blue chips, kapitalisasi pasarnya berada di atas Rp. 40 triliun. Saham jenis ini disukai para investor jangka panjang karena karena umumnya cukup likuid. 

Saham Kapitalisasi Menengah

Biasa disebut dengan istilah second liner (middle caps), dengan jumlah kapitalisasi pasarnya di bawah Rp. 40 triliun. Pergerakan harga sahamnya cukup menarik, dimana harga saham umumnya masih murah.

Saham Kapitalisasi Kecil

Contoh dari macam-macam saham di Bursa Efek Indonesia yang berkapitalisasi kecil yakni saham dengan kapitalisasi pasarnya masih di bawah Rp. 1triliun. Para Bandar menganggapnya sebagai saham gorengan karena harganya murah. 

Macam-macam Saham Berdasarkan Indeks Saham

Agar memahami kinerja indeks saham, maka bisa diartikan sebagai sebuah indikator yang menggambarkan besar kecilnya perubahan harga di Pasar Saham. 

Saham LQ45

Sering disebut sebagai saham unggulan karena terdiri atas 45 saham berlikuiditas tinggi. Kemudian tercatat sebagai 60 saham berkapitalisasi pasar terbesar yang bisa menghasilkan kinerja emiten yang prospektif terutama 3 bulan terakhir di bursa. 

Saham Syariah

Saham syariah merupakan kumpulan 30 saham yang menggunakan prinsip syariah. Diantaranya tercatat dalam Jakarta Islamic Index 30 dan Jakarta Islamic Index 70. 

Saham BUMN

Dari semua macam-macam saham di Bursa Efek Indonesia, maka saham perusahaan plat merah ini layak dipilih juga. Di antara pilihan sahamnya yakni ADHI, PTBA, SMGR dan beberapa contoh lainnya. 

Saham dibuktikan dalam wujud selembar kertas yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan. Kemudian nama pemilik kertas tersebut tercantum sebagai pemilik perusahaan sesuai porsi berapa persen. 

Nilai jual saham akan terus meningkat seiring dengan perusahaan yang berkembang lebih sehat sehingga bisa menghasilkan keuntungan yanag lebih besar. Investasi saham seperti ini menjadi daya tarik para investor dalam porsi kepemilikan kecil. 

Itulah macam-macam saham di Bursa Efek Indonesia yang dikelompokkan sesuai jenisnya. Dengan mengetahui macam-macam saham, sebagai investor Pemula Anda bisa menentukan saham mana yang lebih tepat dan memberikan nilai investasi yang prospektif. 

 

Posting Komentar untuk "Macam-macam saham di bursa efek Indonesia"